
Dua Tendik Program Pascasarjana Ikuti Pelatihan Disability Awareness untuk Wujudkan Kampus Inklusif
Pascasarjana UM
Metro, 8 September 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan terhadap mahasiswa penyandang disabilitas, dua tenaga kependidikan (Tendik) Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro, Ahmad Badrun, S.E. dan Mia Cholvistaria, M.Pd., mengikuti pelatihan Disability Awareness yang diselenggarakan oleh Pelita selama dua hari, pada 8–9 September 2026.
Pelatihan yang mengusung tema "Disability Awareness untuk Mewujudkan Kampus Inklusif" ini berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran, Gedung dr. Soetomo, Universitas Muhammadiyah Metro. Keikutsertaan kedua tendik tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas penunjukan langsung dari Rektor Universitas Muhammadiyah Metro sebagai upaya memperkuat layanan yang ramah dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Nedi Hendri, S.Akt., M.Ak., CA., CPA. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membangun budaya saling menghargai di lingkungan kampus tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan setiap individu.
"Kita harus saling menghargai sesama warga negara yang menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Metro, tanpa melihat atau membeda-bedakan mahasiswa penyandang disabilitas. Kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua," ujar Dr. Nedi Hendri.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pemahaman mengenai kesadaran disabilitas serta praktik pelayanan yang tepat. Salah satunya adalah Dr. Windi Pratiwi, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro, yang menjelaskan berbagai kategori penyandang disabilitas, mulai dari disabilitas fisik, mental, intelektual, hingga sensorik.
Dalam pemaparannya, Dr. Windi menekankan pentingnya memahami karakteristik setiap jenis disabilitas agar pelayanan yang diberikan dapat dilakukan secara tepat, penuh empati, dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa yang dilayani. Ia juga mengingatkan bahwa sikap memandang penyandang disabilitas secara berlebihan dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kepercayaan diri mereka.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Ahmad Badrun, S.E. dan Mia Cholvistaria, M.Pd. mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam memberikan pelayanan administrasi maupun pendampingan kepada mahasiswa penyandang disabilitas di Program Pascasarjana.
Keikutsertaan kedua tenaga kependidikan tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Metro dalam mewujudkan kampus yang inklusif, di mana seluruh sivitas akademika memperoleh hak, kesempatan, dan pelayanan yang setara tanpa diskriminasi.