info@ummetro.ac.id (0725) 42445

PUMAKKAL

UM Metro Latih Warga Karangrejo Olah Limbah Organik Jadi Pupuk, Dorong Pertanian Berkelanjutan

Pendidikan dan Literasi | 2026-08-03 21:17:02

Foto: BSU Bintang Mandiri Karangrejo bersama Tim PKM UM Metro menggelar pelatihan pembuatan kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik, sumber: Tim PKM UM Metro

Foto: BSU Bintang Mandiri Karangrejo bersama Tim PKM UM Metro menggelar pelatihan pembuatan kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik, sumber: Tim PKM UM Metro

Pascasrajana UM Metro
Metro
– Limbah organik rumah tangga dan pertanian yang selama ini kerap berakhir sebagai sampah ternyata memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu menjadi solusi bagi pertanian berkelanjutan. Berangkat dari gagasan tersebut, Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Metro menggandeng BSU Bintang Mandiri Kelurahan Karangrejo untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dan budidaya pertanian organik.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.

Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si., menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah organik merupakan salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah dan meningkatkan biaya produksi.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai, sekaligus memperkuat penerapan sistem pertanian organik yang berkelanjutan," ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro, Lurah Karangrejo, Ketua BSU Bintang Mandiri, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro.

Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PKM yang dinilai mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan warga, program ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan pertanian organik.

Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan hasil penelitian dan inovasi agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Lurah Karangrejo bersama perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada transfer pengetahuan semata, tetapi mampu diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian.

Foto: Pelatihan pengolahan limbah organik MBG dan lingkungan menjadi kompos melalui fermentasi Pumakkal untuk budidaya organik, Sumber: Tim PKM UM Metro

Foto: Pelatihan pengolahan limbah organik MBG dan lingkungan menjadi kompos melalui fermentasi Pumakkal untuk budidaya organik, Sumber: Tim PKM UM Metro

Usai pembukaan, peserta mengikuti sosialisasi mengenai tujuan dan tahapan pelaksanaan program yang disampaikan Prof. Agus Sutanto. Selanjutnya, pelatihan teknis pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos dipandu oleh Sugiyanto.

Peserta memperoleh materi mengenai pemilihan bahan, proses fermentasi, indikator keberhasilan, hingga teknik aplikasi pupuk organik pada berbagai jenis tanaman. Mereka juga mempraktikkan secara langsung proses pembuatan POC dan kompos menggunakan limbah organik rumah tangga maupun limbah pertanian.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Hening Widowati, M.Si. yang menjelaskan konsep budidaya organik berbasis pemanfaatan kompos dan POC. Menurutnya, penggunaan pupuk organik tidak hanya meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi juga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga kesuburan lahan dapat terjaga dalam jangka panjang.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Meski demikian, tim PKM masih menemukan beberapa tantangan, di antaranya minimnya pengalaman peserta dalam membuat pupuk organik serta masih kuatnya ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim menerapkan metode pelatihan partisipatif melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan pada setiap tahapan pembuatan pupuk organik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kepercayaan diri peserta untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri.

Foto: Erwinsyah dan Prof. Agus Sutanto sepakat inovasi UM Metro mendukung kemandirian pupuk dan pakan BSU Karangrejo, Sumber: Tim PKM UM Metro

Foto: Erwinsyah dan Prof. Agus Sutanto sepakat inovasi UM Metro mendukung kemandirian pupuk dan pakan BSU Karangrejo, Sumber: Tim PKM UM Metro

Ketua BSU Bintang Mandiri, Erwinsyah, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai inovasi dan teknologi yang dibawa Universitas Muhammadiyah Metro dapat menjadi solusi bagi kelompoknya dalam mewujudkan kemandirian penyediaan pupuk sekaligus mendukung pengembangan pertanian organik di Karangrejo.

Sebagai tindak lanjut, Tim PKM akan melakukan pendampingan terhadap proses fermentasi POC dan kompos yang telah dibuat, memantau penerapan pupuk organik di lahan pertanian, serta mengevaluasi hasilnya secara berkala. Pendampingan ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dalam memproduksi pupuk organik sekaligus memperkuat sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Program PKM ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui diseminasi hasil pengabdian, kegiatan di luar kampus, dan pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi.

Kegiatan PKM ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 berdasarkan Surat Perjanjian Penugasan Nomor 279/LL2/AL.04.03/PM/2026. Melalui program seperti ini, Universitas Muhammadiyah Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.