
Pasca UM Metro — Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling (S2 BK) Universitas Muhammadiyah Metro terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan layanan pendidikan yang preventif, suportif, dan kolaboratif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Literasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar bagi Wali Murid sebagai Strategi Kolaboratif Mendukung Perkembangan Anak Secara Holistik.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama SD Muhammadiyah Buya Hamka Metro sebagai mitra. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman wali murid mengenai fungsi dan peran Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Kegiatan utama berlangsung pada Juli 2025 hingga Agustus 2026 dengan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif. Program tersebut disepakati untuk terus dilanjutkan pada tahun 2026–2027 melalui berbagai kegiatan yang lebih terprogram. Dalam pelaksanaannya, wali murid tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi kasus, refleksi pengasuhan, evaluasi kualitatif, serta penyusunan tindak lanjut.
Materi kegiatan meliputi tugas perkembangan anak usia sekolah dasar, bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier, fungsi layanan BK, serta berbagai bentuk dukungan orang tua. Dukungan tersebut antara lain melalui komunikasi positif, pembiasaan belajar, pengelolaan penggunaan gawai, deteksi dini perubahan perilaku, serta penguatan kerja sama antara orang tua dan guru.
Memperluas Pemahaman Orang Tua tentang Fungsi BK
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih adanya pemahaman yang terbatas mengenai layanan BK di lingkungan sekolah. Sebagian orang tua masih mengidentikkan BK hanya dengan penanganan anak yang bermasalah atau melakukan pelanggaran.
Padahal, layanan BK memiliki fungsi yang lebih luas, termasuk fungsi perkembangan, pencegahan, penguatan karakter, pengembangan potensi, serta fasilitasi tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui kegiatan ini, wali murid diarahkan untuk memahami perkembangan anak secara lebih utuh. Perkembangan anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan sosial, bertanggung jawab, mengembangkan kemandirian, memahami nilai moral, dan membangun sikap positif terhadap diri sendiri.
Salah satu bagian penting kegiatan adalah diskusi kasus yang mengangkat berbagai persoalan nyata yang sering dihadapi orang tua, seperti kesulitan belajar, rendahnya kepercayaan diri, persoalan emosi, konflik dengan teman sebaya, hingga penggunaan gawai secara berlebihan.
Melalui diskusi tersebut, orang tua didorong untuk tidak terburu-buru memberikan label negatif seperti “malas” atau “nakal”. Sebaliknya, orang tua diarahkan untuk terlebih dahulu memahami pengalaman anak, kebutuhan yang belum terpenuhi, serta bentuk dukungan yang paling sesuai dengan kondisi anak.
Wali Murid sebagai Bagian dari Sistem Dukungan BK
Kegiatan PkM ini juga menegaskan bahwa wali murid merupakan bagian penting dalam sistem dukungan layanan BK. Dukungan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga antara lain dengan mendengarkan pengalaman anak, membangun rutinitas belajar dan istirahat, menetapkan batas penggunaan gawai, memberikan penghargaan terhadap usaha anak, memantau perubahan perilaku, menghindari pelabelan negatif, serta membangun komunikasi yang produktif dengan guru.
Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Yuni Novitasari, M.Pd., dengan anggota Dr. Eko Susanto, M.Pd., Kons.; Dr. Agus Wibowo, M.Pd.; Dr. Satrio Budi Wibowo, S.Psi., M.A.; Dr. Mokhammad Samson Fajar, S.Sos.I., M.Sos.I.; dan Retno Fajarwati, M.Pd.
Kegiatan tersebut turut melibatkan dua mahasiswa Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling, yaitu Tri Octaria dan Rayhana Esty Wulandari. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari penguatan pengalaman akademik sekaligus implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Mahasiswa terlibat dalam koordinasi lapangan, dokumentasi, pendampingan peserta, dan evaluasi kegiatan.
Respons Positif dan Rencana Keberlanjutan
Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan respons peserta yang positif dan antusias. Diskusi yang berlangsung memperlihatkan meningkatnya perhatian wali murid terhadap berbagai isu perkembangan anak, komunikasi keluarga, kesulitan belajar, pengelolaan emosi, penggunaan gawai, serta pentingnya kolaborasi antara keluarga dan sekolah.
Program ini juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat komunikasi antara rumah dan sekolah melalui kelas parenting, konsultasi perkembangan anak, dan pendampingan guru kelas.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim merencanakan sejumlah kegiatan, antara lain kelas parenting tematik minimal satu kali setiap semester, pengembangan kanal konsultasi wali murid, penyusunan panduan deteksi dini dan rujukan, pendampingan guru kelas, serta penerapan evaluasi pretest–posttest pada kegiatan berikutnya untuk memperoleh pengukuran dampak program yang lebih kuat.
Menghasilkan Luaran Publikasi Ilmiah
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah yang telah diterbitkan pada Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026, halaman 224–241. Artikel tersebut tersedia secara daring sejak 15 Juli 2026 dengan DOI 10.70095/dimasejati.202681.24607.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Metro terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang preventif, suportif, kolaboratif, dan berorientasi pada perkembangan anak secara holistik.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, guru, dan orang tua diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya layanan pendidikan dan bimbingan yang semakin responsif terhadap kebutuhan perkembangan anak.
