info@ummetro.ac.id (0725) 42445

UM Metro Resmikan Kebun Pembelajaran di Desa Kalibening, Wujud Penguatan Pembelajaran dan Inovasi Pertanian Organik

Pascasarjana UM Metro, Rabu (19/11/2025) — Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) resmi meluncurkan Kebun Pembelajaran di Desa Kalibening, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur. Peresmian dilakukan langsung oleh Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., disaksikan oleh pemerintah desa, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalibening, Direktur Pascasarjana, para dekan di lingkungan UM Metro, serta sejumlah sivitas akademika.

Kebun Pembelajaran ini menjadi capaian strategis UM Metro dalam mendukung penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan hilirisasi inovasi riset pertanian organik. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan mitra kerja sama untuk memajukan praktik pertanian berkelanjutan.

Perjalanan Panjang Sejak 2012: Dari Lahan Belajar Menuju Pusat Inovasi

Dalam sambutannya, Direktur PT Pumahitari UM Metro, Dr. Agus Sutanto, M.Si., menyampaikan bahwa keberadaan kebun ini merupakan hasil perjalanan panjang yang telah dimulai sejak tahun 2012. Kala itu, aktivitas pembelajaran dan praktik lapangan dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Biologi.

Desa Kalibening dipilih sebagai lokasi awal karena masyarakatnya memiliki semangat belajar tinggi, serta tersedianya lahan yang siap dijadikan tempat praktik pertanian organik dan lokasi riset mahasiswa. Seiring waktu, kegiatan di lahan ini berkembang, tidak hanya menjadi tempat praktik, tetapi juga pusat riset terapan, pendampingan masyarakat, serta pengembangan inovasi di bidang pertanian organik.

“Kebun ini bukan sekadar lahan praktik, melainkan ruang bersama untuk membangun ekosistem pertanian organik yang berkelanjutan. Semangat masyarakat Kalibening sejak awal menjadi energi utama yang membuat program ini terus bertumbuh,” ujar Dr. Agus Sutanto.

Rektor: Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Hadirkan Pembelajaran yang Relevan

Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam peresmian tersebut menegaskan bahwa Kebun Pembelajaran Kalibening menjadi simbol komitmen kampus dalam menguatkan peran tridarma perguruan tinggi.

“Dengan hadirnya kebun ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari praktik, masyarakat mendapatkan pendampingan, dan kampus mendapatkan ruang untuk riset dan inovasi. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi kampus dan masyarakat yang saling menguatkan,” ungkapnya.

Ruang Belajar Terbuka untuk Mahasiswa, Masyarakat, dan Mitra

Kebun Pembelajaran Kalibening ke depan direncanakan menjadi pusat edukasi pertanian organik, pengembangan community-based research, serta inkubasi inovasi mahasiswa. Beberapa program yang akan dijalankan meliputi: Praktik lapangan mahasiswa, Riset pertanian berkelanjutan dan teknologi terapan, Pelatihan pertanian organik bersama kelompok tani dan KWT, Program pemberdayaan masyarakat berbasis agroekologi. Kemitraan riset dan pengabdian dengan lembaga eksternal

Kegiatan peresmian ditutup dengan peninjauan fasilitas kebun. petik buah melon bersama, diskusi singkat bersama dan rencana pengembangan program jangka panjang.

Dengan hadirnya Kebun Pembelajaran Kalibening, UM Metro semakin meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang mencerahkan, menghadirkan inovasi untuk masyarakat, dan memperkuat praktik pembelajaran berbasis riset dan pengabdian.